Jakarta -
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, melakukan kunjungan kerja ke
Indonesia pada 20-21 April 2017. Kedatangan Pence ini membuahkan sejumlah
kesepakatan di sektor energi dan teknologi. Tercatat ada 11 MoU dengan nilai mencapai 10
miliar dolar AS.
1. Kerja
sama tersebut yakni antara ExxonMobil dengan PT Pertamina (Persero) untuk
pembelian Liquefield Natural Gas (LNG) sebesar 1 juta ton per tahun untuk 20
tahun ke depan, dimulai pada 2025.
2. kerja
sama antara PT PLN (Persero) dengan Intra Capital LLC untuk mengimplementasikan
sistem infrastruktur metering canggih (advanced metering infrastructure) di
Indonesia. Fase percobaan proyek ini akan diawali dengan 1,000 meter di Bali,
dilanjutkan dengan fase kedua, yang mencakup hingga 4,5 juta meter di jaringan
listrik Jawa-Bali.
3. Applied
Materials dan PT PLN (Persero), untuk meningkatkan infrastruktur transmisi
listri Indonesia. Applied Materials akan menggunakan tekonologi pembatas arus
gangguan (fault current limiter)
untuk meningkatkan infrastruktur 500 KW PLN.
4. Greenbelt
Resource dan PT Jababeka Infrastruktur menandatangani kesepakatan untuk
mengembangkan fasilitas pengolahan limbah di Jababeka, yang dinamakan JababECO.
Proyek ECOsystem ini yang menggunakan teknologi terdepan AS ini akan mewujudkan sustainable circular economy atau
sistem ekonomi “melingkar” berkelanjutan dengan mengolah sampah makanan
perkotaan menjadi berbagai macam produk termasuk etanol, pakan
ternak, pupuk, dan air suling. Fase pertama senilai 4,5 juta dolar AS,
dengan nilai penjualan produk tambahan sebesar 6 juta dolar AS secara kumulatif
selama lima tahun berikutnya.
5. Haliburton
dan PT PLN telah menandatangani dua kesepakatan untuk mengembangkan sumber daya
panas bumi Indonesia. Pada Februari 2017, kedua belah pihak menandatangani
kontrak manajemen proyek terintegrasi senilai 34 juta dolar AS untuk
melakukan pengeboran dan merampungkan sumur panas bumi di Tulehu, Ambon.
6. Honeywell
telah dipilih oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk menyediakan 34 mesin
turboprop TPE331 untuk NC212i selama empat tahun ke depan, yang akan
meningkatkan kemampuan pesawat tersebut. Selain itu, Honeywell akan memberikan
pelatihan TPE331 kepada para pakar mesin PTDI untuk meningkatkan keterampilan
pemeliharan lini dan mentransfer pengetahuan teknis ke perusahaan berbasis
lokal. Kesepakatan ini akan meningkatkan kinerja PTDI sebagai produsen pesawat,
sekaligus membuka lapangan pekerjaan di AS.
7. Lockheed
Martin. Dalam kesepakatan ini, Angkatan Udara Indonesia akan membeli sniper
advanced targeting pods produksi Lockheed Martin. Teknologi canggih, yang akan
melengkapi pesawat F-16A/B yang ditempatkan di Pangkalan Udara Iswahyudi ini,
akan meningkatkan ketahanan maritim dan wilayah Indonesia dalam menjalankan
operasi bersama Amerika Serikat dan mitra-mitra regional lainnya. Lockheed
Martin akan memproduksi sniper ATP di Orlando, Florida dan bekerja sama dengan
AU untuk melatih para pilot beserta personil pemeliharaan.
8. NextGen
dan Samarinda, Kalimantan Timur menandatangani nota kesepahaman awal untuk
proyek pengolahan 800 ton per hari limbah rendah karbon atau pupuk biochar.
Fasilitas ini akan memproses sampah kota menjadi listrik dan pupuk organik
biochar sebesar 18 MW untuk mendukung pertanian setempat. Proyek bernilai total
70 juta dolar AS ini akan dibangun, dimiliki, dan dioperasikan oleh NextGen dan
mitra-mitranya dengan pendanaan swasta.
9. PowerPhase
menandatangani kesepakatan dengan anak perusahaan PT PLN (Persero) untuk
megirimkan produk Turbophase yang telah dipatenkan guna meningkatkan
efisiensi dan hasil pembangkit listrik tenaga gas. Kesepakatan tersebut
mencakup rencana implementasi secara bertahap, dimulai dari studi kelayakan,
dan dilanjutkan dengan proyek awal 100 MW, dengan rencana implementasi penuh
2.000 MW.
10. Ormat
Technologies Inc., sebuah perusahaan Amerika dengan kantor pusat di Reno,
Nevada, berserta mitra-mitranya, akan menyediakan 110 MW untuk pembangkit
listrik tenaga panas bumi di Sarulla, Sumatra Utara. Saat telah dikembangkan
secara penuh nanti, proyek ini akan menghasilkan tenaga sebesar 320,8 MW,
dengan nilai total proyek sebesar 1,7 miliar dolar AS, dan 260 juta dolar AS
diantaranya adalah nilai peralatan yang disediakan oleh Ormat untuk proyek
tersebut.
11. General
Electric (GE) bersama mitra-mitranya telah berkontribusi dalam proyek 35.000 MW
dengan menyediakan listrik sebesar 600 MW, dan telah terpilih sebagai penyedia
jasa tekhnologi untuk proyek pembangkit 2.650 MW. Hal ini mencakup
mesin turbin paling efisien di dunia, 9HA, yang membantu mengurangi biaya
produksi listrik di Indonesia, menghemat bahan bakar, dan mengurangi emisi
karbon.






